Selasa, 28 Oktober 2014

Bikin Terang Lampu Nouvo-mu

Postingan berikut ini merupakan produk "copy paste" sumber aslinya silahkan dilihat di sini






Lampu utama (Headlight) Yamaha Nouvo standarnya menggunakan 2 buah bohlam ukuran 25 / 25 watt merk Stanley, dalam artian untuk lampu dekat dan jauh (dim) sama besaran wattnya, hanya berbeda sudut pancarnya. Sehingga total dari headlight adalah 50 watt. Untuk bikin terang headlight ini, ada cara yang mudah dan pastinya plug n' play, yaitu menggunakan bohlam ukuran 35 / 35 watt (kalau bisa yang merk Stanley seperti aselinya tau Osram) sehingga total pancaran headlight adalah sebesar 70 watt.

Atau bisa juga dengan cara berikut :

Yaitu dengan cara merubah pengisian aki Nouvo menjadi Fullwave seperti motor batangan, jadi lampu mendapat arus dari aki langsung dan sejatinya Nouvo standar sudah dilengkapi dengan itu, kita tinggal merubahnya sedikit, ubahannya adalah ganti kiprok Nouvo dengan kiprok atau regulator milik Honda Tiger dan mengubah perkabelan menjadi :


(1) Kabel putih dan hitam dari spul menjadi input ke kiprok (dua pin baris bawah kiprok)

(2) Kabel kuning dari spul tidak dipakai

(3) Kabel kuning merah dari arah saklar lampu di-join ke kabel coklat output kunci kontak. Jadi lampu bisa di-ON bila kunci kontak on (meskipun mesin tidak hidup). Tambah kabel untuk menyambung output kunci kontak ke pin tengah kiprok Tiger sebagai monitor tegangan.

(4) Sisanya, pin kiri-kanannya pin monitor tegangan di kiprok tuk keluaran ke aki
(kiri : plus aki / merah)
(kanan : ground / massa aki / hitam)


(5) Tarik kabel dari pin tengah kiprok ke batok lampu, sambung ke kabel coklat di soket speedometer


(6) jika diperlukan bisa ditambahkan dengan 2 buah relay kaki 4 untuk lampu dekat dan jauh


(7) Cara pasang relay yaitu kaki 30 untuk kabel (+) ke aki, 86 untuk ke kabel dari saklar lampu (kuning atau hijau), 85 untuk kabel ground / massa (-) ke aki, 87 untuk output ke lampu, disamakan dalam 1 relay sesuai kabel dari saklar lampu : kuning-kuning, hijau-hijau.

Demikian sekilas infonya yang mudah2an gampang difahami.....

Salam satu aspal........

Jumat, 24 Oktober 2014

Dzikir-Dzikir Berkaitan dengan Tidur

Dzikir-Dzikir Sebelum Tidur

(1). Mengumpulkan kedua telapak tangannya kemudian meniup keduanya lalu membaca surat Al-Ikhlaash, Al-Falaq dan An-Naas. Kemudian mengusap badannya semampunya dengan kedua tangannya, dimulai dari kepalanya, wajahnya dan bagian depan dari badannya. Hal ini dilakukan tiga kali.
(HR. Al-Bukhariy bersama Fathul Baarii 9/62 dan Muslim 4/1723)

(2). Membaca ayat kursi. Barangsiapa yang membacanya ketika dia merebahkan dirinya di tempat tidurnya maka sesungguhnya akan senantiasa ada baginya dari sisi Allah yang akan menjaganya dan syaithan tidak akan mendekatinya sampai subuh.
(HR. Al-Bukhariy bersama Fathul Baarii 4/487)

(3). Membaca surat Al-Baqarah:285-286 (dua ayat terakhir). Barangsiapa yang membaca dua ayat ini pada malam hari maka dua ayat ini akan mencukupinya.
(HR. Al-Bukhariy bersama Fathul Baarii 9/94 dan Muslim 1/554)

(4). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila salah seorang dari kalian bangkit dari tempat tidurnya kemudian kembali lagi maka kibasilah (bersihkanlah) tempat tidurnya tersebut dengan ujung kain / sarungnya tiga kali dan sebutlah nama Allah. Karena sesungguhnya dia tidak tahu apa yang menggantinya setelah dia meninggalkannya. Dan apabila dia berbaring  (hendak tidur) maka ucapkanlah:

بِاسْمِكَ رَبِّيْ وَضَعْتُ جَنْبِيْ، وَبِكَ أَرْفَعُهُ، فَإِنْ أَمْسَكْتَ نَفْسِيْ فَارْحَمْهَا، وَإِنْ أَرْسَلْتَهَا فَاحْفَظْهَا بِمَا تَحْفَظُ بِهِ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

Dengan nama-Mu, Ya Tuhanku, aku meletakkan lambungku, dan dengan nama-Mu pula aku mengangkatnya. Maka jika Engkau menahan jiwaku (ruhku) maka rahmatilah dia. Dan jika Engkau melepaskannya maka jagalah dia dengan sesuatu yang Engkau jaga dengannya hamba-hamba-Mu yang shalih.”
(HR. Al-Bukhariy 11/126 dan Muslim 4/2084)

(5). Membaca:

اللَّهُمَّ إِنَّكَ خَلَقْتَ نَفْسِيْ وَأَنْتَ تَوَفَّاهَا، لَكَ مَمَاتُهَا وَمَحْيَاهَا، إِنْ أَحْيَيْتَهَا فَاحْفَظْهَا، وَإِنْ أَمَتَّهَا فَاغْفِرْ لَهَا، اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَافِيَةَ

Ya Allah, sesungguhnya Engkau telah menciptakan jiwaku (ruhku) dan Engkaulah yang mewafatkannya. Milik Engkaulah mati dan hidupnya. Jika Engkau menghidupkannya maka jagalah dia dan jika Engkau mematikannya maka ampunilah dia. Ya Allah, sesungguhnya aku meminta kepada-Mu keselamatan.”
(HR. Muslim 4/2083 dan Ahmad 2/79, dan lafazh hadits ini miliknya)

(6). Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila ingin tidur maka beliau meletakkan tangan kanannya di bawah pipi kanannya kemudian membaca:

اللَّهُمَّ قِنِيْ عَذَابَكَ يَوْمَ تَبْعَثُ عِبَادَكَ

Ya Allah, lindungilah aku dari ‘adzab-Mu pada hari Engkau membangkitkan hamba-hamba-Mu.” Dibaca tiga kali.
(HR. Abu Dawud 4/311 dan ini lafazhnya, lihat Shahih At-Tirmidziy 3/143)

(7). Membaca:

بِاسْمِكَ اللَّهُمَّ أَمُوْتُ وَأَحْيَا

Dengan nama-Mu, Ya Allah, aku mati dan aku hidup.”
(HR. Al-Bukhariy bersama Fathul Baarii 11/113 dan Muslim 4/2083)

(8). Membaca Subhaanallaah 33 x, Alhamdulillaah 33 x dan Allaahu Akbar 33 x. Barangsiapa yang mengucapkannya ketika merebahkan diri di tempat tidurnya maka hal ini lebih baik baginya daripada seorang pembantu.
(HR. Al-Bukhariy bersama Fathul Baarii 7/71 dan Muslim 4/2091)

(9). Membaca:

اللَّهُمَّ رَبَّ السَّمَوَاتِ السَّبْعِ وَرَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ، رَبَّنَا وَرَبَّ كُلِّ شَيْءٍ، فَالِقَ الْحَبِّ وَالنَّوَى، وَمُنْزِلَ التَّوْرَاةِ وَالإِنْجِيْلِ وَالْفُرْقَانِ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ كُلِّ شَيْءٍ، أَنْتَ آخِذٌ بِنَاصِيَتِهِ اللَّهُمَّ أَنْتَ الأَوَّلُ فَلَيْسَ قَبْلَكَ شَيْء، وَأَنْتَ الآخِرُ فَلَيْسَ بَعْدَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ الظَّاهِرُ فَلَيْسَ فَوْقَكَ شَيْءٌ، وَأَنْتَ الْبَاطِنُ فَلَيْسَ دُوْنَكَ شَيْءٌ، اِقْضِ عَنَّا الدَّيْنَ وَأَغْنِنَا مِنَ الْفَقْرِ

Ya Allah, Rabbnya langit yang tujuh dan Rabbnya ‘arsy yang agung. Rabb kami dan Rabbnya segala sesuatu, Yang membelah biji-bijian dan biji kurma. Yang menurunkan Taurat, Injil dan Al-Qur`an. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan segala sesuatu. Engkaulah Yang memegang ubun-ubunnya. Ya Allah, Engkaulah Yang Awwal maka tidak ada sesuatu pun yang sebelum-Mu. Dan Engkaulah Yang Akhir maka tidak ada sesuatu pun yang setelah-Mu. Dan Engkaulah Yang Zhahir  (Maha Tinggi) maka tidak ada sesuatu pun yang ada di atas-Mu. Dan Engkaulah Yang Bathin (Maha Dekat) maka tidak ada sesuatu pun yang lebih dekat daripada-Mu. (Ya Tuhanku) lunasilah hutang kami dan cukupilah kami dari kemiskinan.
(HR. Muslim 4/2084)

(10). Membaca:

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَطْعَمَنَا وَسَقَانَا، وَكَفَانَا، وَآوَانَا، فَكَمْ مِمَّنْ لاَ كَافِيَ لَهُ وَلاَ مُؤْوِيَ

Segala puji hanya bagi Allah yang telah memberi kami makan, dan yang telah memberi kami minum, yang telah mencukupkan kami dan yang telah melindungi kami. Karena berapa banyak orang yang tidak mempunyai yang mencukupinya dan yang melindunginya.”
(HR. Muslim 4/2085)

(11). Membaca:

اللَّهُمَّ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَاطِرَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ، رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ وَمَلِيْكَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَّ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِيْ، وَمِنْ شَرِّ الشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ، وَأَنْ أَقْتَرِفَ عَلَى نَفْسِيْ سُوْءًا، أَوْ أَجُرَّهُ إِلَى مُسْلِمٍ

Ya Allah, Yang mengetahui perkara ghaib dan yang nampak, Pencipta langit dan bumi, Rabbnya segala sesuatu dan Yang memilikinya. Aku bersaksi bahwasanya tidak ada yang berhak diibadahi kecuali Engkau. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan diriku dan dari kejahatan syaithan dan sekutunya. Dan jangan sampai aku menjerumuskan diriku ke dalam kejelekan atau menimpakannya kepada seorang muslim.”
(HR. Abu Dawud 4/317 dan At-Tirmidziy, lihat Shahih At-Tirmidziy 3/142)

(12). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika kamu ingin pergi ke tempat  tidur maka berwudhu'lah sebagaimana kamu berwudhu` untuk shalat. Kemudian berbaringlah di sebelah sisimu yang kanan lalu ucapkanlah:

اللَّهُمَّ أَسْلَمْتُ نَفْسِيْ إِلَيْكَ، وَفَوَّضْتُ أَمْرِيْ إِلَيْكَ، وَوَجَّهْتُ وَجْهِيْ إِلَيْكَ، وَأَلْجَأْتُ ظَهْرِيْ إِلَيْكَ، رَغْبَةً وَرَهْبَةً إِلَيْكَ، لاَ مَلْجَأَ وَلاَ مَنْجَا مِنْكَ إِلاَّ إٍلَيْكَ، آمَنْتُ بِكِتَابِكَ الَّذِيْ أَنْزَلْتَ وَبِنَبِيِّكَ الَّذِيْ أَرْسَلْتَ

Ya Allah, aku menyerahkan diriku kepada-Mu dan aku memasrahkan urusanku kepada-Mu. Dan aku hadapkan wajahku kepada-Mu dan aku sandarkan punggungku kepada-Mu, dalam keadaan harap dan cemas hanya kepada-Mu. Tidak ada tempat berlindung dan menyelamatkan diri dari (siksa)Mu kecuali hanya kepada-Mu. Aku beriman kepada kitab-Mu yang telah Engkau turunkan dan  (aku beriman) kepada Nabi-Mu yang telah Engkau utus.” Rasulullah menyatakan kepada orang yang mengucapkan do’a ini: “Jika kamu mati maka kamu mati di atas fithrah (Islam).” 
(HR. Al-Bukhariy bersama Fathul Baarii 11/113 dan Muslim 4/2081)

(13). Membaca surat As-Sajdah dan Al-Mulk.
(HR. At-Tirmidziy dan An-Nasa`iy, lihat Shahiihul Jaami’ 4/255) 

Do’a-do’a menjelang tidur ini jika tidak mampu dibaca semua maka bacalah semampunya.

=======================================================

Dzikir-Dzikir ketika Bangun Tidur

Ketika bangun tidur hendaklah kita membaca:

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُوْرُ

Segala puji hanya bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami, dan hanya kepada-Nya (kami) dikumpulkan.”
(HR. Al-Bukhariy bersama Fathul Baarii 11/113 dan Muslim 4/2083

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌسُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ، رَبِّ اغْفِرْلِيْ

Tidak ada yang berhak diibadahi kecuali Allah satu-satu-Nya, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya kerajaan dan milik-Nya segala puji dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Maha Suci Allah, dan segala puji hanya milik Allah, dan tidak ada yang berhak diibadahi kecuali Allah, dan Allah Maha Besar. Dan tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah Yang Maha  Tinggi lagi Maha Agung. Ya Tuhanku, ampunilah aku.”

Siapa yang mengucapkannya maka akan diampuni (dosa-dosanya), dan jika berdo’a maka akan dikabulkan dan jika dia bangkit lalu berwudhu` kemudian shalat maka akan diterima shalatnya.
(HR. Al-Bukhariy bersama Fathul Baarii 3/39 dan lainnya)

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ عَافَانِيْ فِيْ جَسَدِيْ وَرَدَّ عَلَيَّ رُوْحِيْ وَأَذِنَ لِيْ بِذِكْرِهِ

Segala puji hanya bagi Allah yang telah memberi keselamatan kepadaku dalam jasadku dan yang telah mengembalikan ruhku kepadaku dan yang telah mengizinkanku untuk berdzikir/mengingat-Nya.”
(HR. At-Tirmidziy 5/473, lihat Shahih At-Tirmidziy 3/144)

Dan membaca surat Aali ‘Imraan:190-200.
(HR. Al-Bukhariy bersama Fathul Baarii 8/237 dan Muslim 1/530)

Semoga Allah selalu membimbing kita ke jalan yang lurus. Aamiin.
Wallaahu A’lam.

Maraaji’: Hishnul Muslim min Adzkaaril Kitaab was Sunnah karya Asy-Syaikh Sa’id bin ‘Ali bin Wahf Al-Qahthaniy, Buluughul Maraam dan Al-Kalimuth Thayyib.

Kamis, 23 Oktober 2014

Hati-hati dengan tulisan salam pada gadget Anda

Maksud hati mengucapkan salam yang ditulis dengan singkatan "Ass" siapa sangka ternyata...

Ucapan "Assalamu'alaikum" merupakan anjuran dalam agama Islam dan sangat berpengaruh terhadap kehidupan ummat beragama, dengan salam kita dapat menjalin persaudaraan dan kasihsayang, karena orang yang mengucapkan salam berarti mereka saling mendo'akan agar mereka mendapatkan keselamatan baik di dunia maupun di akhirat. Nabi Muhammad Shalallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Kalian tidak akan masuk surga sampai kalian beriman dan saling mencintai (karena Allah). Maukah aku tunjukkan satu amalan yang bila dilakukan akan membuat kalian saling mencintai (karena Allah)? yaitu, sebarkanlah salam diantara kalian". [HR. Muslim dari Abu Hurairah]

Kita seringkali menulis baik SMS, E-mail, BBM maupun status / chatting baik via YM atau FB dan mengawali salamnya dengan singkatan. Singkatannya pun macam-macam. Ada yang bener-bener singkat seperti "Asw" atau "Aslm", ada juga yang sedikit lebih panjang seperti "Ass. Wr. Wb" atau "Aslmwrwb". Namun yang sering kita dapati adalah singkatan 3 huruf yang dimulai dengan A diiringi dobel S. Singkatan terakhir ini yang paling umum dan paling sering digunakan. Singkatan 3 huruf ini yang tidak enak untuk dibaca, terlebih lagi kalau kita mengerti artinya.

Marilah kita simak singkatan ini. Dalam Kamus Linguistik, arti dari 3 huruf yang berasal dari Bahasa Inggris itu adalah sebagai berikut :
Pertama, [kb = kata benda] animal yang artinya keledai, Kedua, orang yang bodoh; Don't be a silly [janganlah sebodoh itu], dan ketiga [maaf---] Vlug = pantat.

Nah, sekarang setelah kita tahu artinya ini, masihkah kita mengucapkan / menuliskan salam menggunakan kata tersebut??? Yang mempunyai pengertian yang tidak baik, apalagi arti yang ketiga,
ASTAGHFIRULLAH HAL'ADZIIM...

Padahal seperti kita ketahui ucapan Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh [yang mempunyai arti “Semoga keselamatan dilimpahkan kepadamu diiringi dengan rahmat dari Allah dan juga barakah dari Allah untukmu”adalah sebuah ucapan salam dan juga sekaligus do'a yang kita tujukan kepada orang lain. Ucapan salam dalam Islam sesungguhnya merupakan do'a seorang Muslim terhadap saudara Muslim lainnya. Maka apabila kita mengucapkan salam hanya dengan menuliskan 3 huruf tersebut, secara tidak sadar mungkin kita malah mendo'akan hal yang buruk terhadap saudara kita.

Kita paham, mungkin banyak orang diantara kita sudah cukup sibuk dan ingin cepat buru-buru dalam menulis pesan, barangkali singkatan tersebut bisa mempercepat pekerjaan atau mengirit tulisan... [mending DOSA diirit)... Jika memang keadaan sedang tidak memungkinkan untuk menulis salam secara lengkap lewat SMS, E-mail, BBM, Status atau lainnya karena kita sedang menyetir -misalnya-, solusinya adalah menulis pesan yang to the point aja. Contohnya, "Met pagi boss, ada di mana?" atau "Boss, ada di mana?" atau yang lainnya. Ini jauh lebih baik bila dibandingkan dengan kita menulis singkatan dari do'a keselamatan [Assalamu'alaikum] menjadi 3 huruf yang artinya [maaf---] "Pantat".

Jangan sampai awalnya kita ingin menyampaikan do'a keselamatan yang terjadi malam justru sebailknya, mendo'akan keburukan, atau dengan kata lain NIAT BAIK INGIN MENDO'AKAN MALAH MENJADI UCAPAN KOTOR

Ucapan salam adalah ucapan penghormatan dan do'a. Apabila kita dihormati dengan suatu penghormatan maka seharusnya kita membalas dengan sebuah pernghormatan yang baik atau lebih baik lagi. Sesungguhnya Allah akan memperhitungkan setiap yang kamu kerjakan. Hanya saja, kalau kita mengganti ucapan salam yang arti awalnya sangat mulia dengan 3 huruf tadi, maka yang terjadi adalah sebaliknya, salah dan bisa-bisa malah menjadi umpatan kotor. Karena itu, hendaklah kita saling mengingatkan agar kita berhati-hati.

Singkatan ala Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam

Meski nampak sederhana, ucapan salam sudah diatur oleh agama kita (Islam). Ucapan "Assalamu'alaikum" dalam Bahasa Arab digunakan oleh kaum Muslim. Salam ini adalah Sunnah Nabi Muhammad Shalallahu 'alaihi wasallam yang digunakan untuk merekatkan Ukhuwah Islamiyyah umat Muslim di seluruh dunia. Mengucapkan salam hukumnya adalah sunnah, akan tetapi bagi yang mendengarnya wajib untuk menjawabnya.

Sebelum Islam datang, orang Arab terbiasa menggunakan ungkapan-ungkapan salam yang lain seperti "Hayakallah" yang berarti semoga Allah menjagamu tetap hidup. Namun ketika Islam datang, ucapan itu diganti dengan "Assalamu'alaikum" yang berarti “Semoga keselamatan dilimpahkan kepadamu diiringi dengan rahmat dari Allah dan juga barakah dari Allah untukmu”


Ibnu Al-Arabi didalam kitabnya Al-Ahkamul Qur’an mengatakan, bahwa salam adalah salah satu ciri-ciri Allah Subhanahu wata'aala dan berarti "Semoga Allah menjadi Pelindungmu".

Dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu, ia berkata bahwa Rasulullah bersabda, "Kamu tidak akan masuk surga hingga kamu beriman. Dan kamu tidak beriman hingga kamu saling mencintai [karena Allah]. Apakah kamu mau jika aku tunjukkan satu perkara yang jika kamu kerjakan perkara itu maka kamu akan saling mencintai [karena Allah]? Sebarkanlah salam di antara kamu!" [HR. Muslim]


Abu Umammah radhiallahu 'anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Orang yang lebih dekat kepada Allah adalah yang lebih dulu memberi salam". [Musnad Ahmad, Abu Dawud dan At-Tirmidzi]

Abdullah bin Mas’ud RA meriwayatkan Bahwa Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam bersabda, “Salam adalah salah satu Asma Allah SWT yang telah Allah turunkan ke bumi, maka tebarkanlah salam. Ketika seseorang memberi salam kepada yang lain, derajatnya ditinggikan di hadapan Allah. Jika jama’ah suatu majlis tidak menjawab ucapan salamnya maka makhluk yang lebih baik dari merekalah (yakni para malaikat) yang menjawab ucapan salam” (Musnad Al Bazar, Al Mu’jam Al Kabir oleh At Tabrani)


Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam bersabda, “Orang kikir yang sebenar-benarnya kikir ialah orang yang kikir dalam menyebarkan Salam.” Allah Subhanahu wata'aala berfirman di dalam Al-Qur’an Surat An-Nisa Ayat 86. Demikianlah Allah Subhanahu wata'aala memerintahkan agar seseorang membalas dengan ucapan yang setara atau yang lebih baik.


Bedanya agama kita dengan agama lain, setiap Muslim ketika mengucapkan salam kepada saudaranya, dia akan diganjar dengan kebaikan (pahala).


Dalam kaidah singkat menyingkat pun sudah diatur oleh Allah dan diajarkan kepada Rasulullah. Dalam suatu pertemuan bersama Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam seorang sahabat datang dan melewati beliau sambil mengucapkan,  Assalamu‘alaikum Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam lalu bersabda, “Orang ini mendapat 10 pahala kebaikan", ujar beliau.


Tak lama kemudian datang lagi sahabat lain. Ia pun mengucapkan, "Assalamu‘alaikum Warahmatullah” Sabda Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam "Orang ini mendapat 20 pahala kebaikan” Kemudian lewat lagi seorang sahabat lain sambil mengucapkan, “Assalamu‘alaikum warahmatullahi wabaraokaatuh” Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasallam pun bersabda, “Ia mendapat 30 pahala kebaikan” [HR. Ibnu Hibban dari Abi Hurairah].



Nah dari tiga singkatan itu silahkanAnda pilih yang mana yang Anda inginkan tanpa harus menyingkatnya sendiri yang justru bisa menghilangkan nilai pahalanya. Tentu saja, jangan Anda lupakan, tiga singkatan itu sudah rumus dari Nabi Shalallahu 'alaihi wasallam yang dipilihkan untuk kita.


Satu hal lagi yang perlu diingat adalah ketika kita menuliskan kata Assalamu'alaikum, perlu diperhatikan agar jangan sampai huruf "L" nya tertinggal sehingga menjadi Assaamu'alaikum.


Karena apa ? Diriwayatkan bahwa dahulu ada seorang Yahudi yang memberi salam kepada Nabi Shalallahu 'alaihi wasallam dengan ucapan "Assaamu'alaika ya Muhammad" (Semoga kematian dilimpahkan kepadamu).


Dan kata "assaamu" ini artinya kematian. Kata ini adalah plesetan dari "Assalaamu'alaikum". Maka nabi Shalallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Kalau orang kafir mengatakan padamu assaamu'alaikum, maka jawablah dengan wa 'alaikum (Dan semoga atas kalian pula)." [HR. Bukhari]


Sumber:
Modifikasi dari Indra yogiswara,tinggal di http://www.facebook.com/l/e90e3;Jakarta/www.hidayatullah.com

dengan beberapa perbaikan

SALING MENGINGATKAN DALAM KEBAIKAN...FIRMAN ALLAH SWT:

"Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong menolong dalam berbuat  dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.." (QS. Al-Maidah/5:2)...


MARI KITA TINGGALKAN TULISAN SALAM DENGAN 3 HURUF (YANG DIMULAI DENGAN A DIIRINGI DENGAN DOBEL S)... MULAI SAAT INI....